Kau Yang Terindah Disana

Dari sudut gelapku aku sering menatap wajahmu. Jikalau bagimu itu salah tolong maafkan aku.
 
 
Budi - Satu hari yang cerah

[intro] G D/F# Em C D

G         D/F#        Em
oh yang terindah di sana
  C                           D
saat ku dendangkan tentangmu, galau
G         D/F#        Em
oh sudah terlukis di sana
  C                           D
kita pernah bersama di 1 hari yang cerah

        C         D      
kau ceritakan dongeng dunia 
G         C 
penuh dengan cinta
D           C G  C
yang tak terlupakan

Am      D
ulalala ulalala 
Am              D
ulalala ararara paaa

[chorus]
         C      D           Bm
langit biru selalu indah di sana
    Em          Am  D          G
selalu bayangkanmu ada di dekatku
        C     D            Bm
cerita itu terlukis dengan indah
     Em             Am              
wooo oow oow oow rupanya kita pernah bersama
D
di satu hari yang cerah

[intro] G C G D


G         D/F#        Em
oh yang terindah di sana
  C                           D
saat ku dendangkan tentangmu, galau

        C         D      
kau ceritakan dongeng dunia 
G         C 
penuh dengan cinta
D           C G  C
yang tak terlupakan

[chorus]
         C      D           Bm
langit biru selalu indah di sana
    Em          Am  D          G
selalu bayangkanmu ada di dekatku
        C     D            Bm
cerita itu terlukis dengan indah
     Em             Am              
wooo oow oow oow rupanya kita pernah bersama
D                   G
di satu hari yang cerah

         C      D           Bm
langit biru selalu indah di sana
    Em          Am  D          G
selalu bayangkanmu ada di dekatku
        C     D            Bm
cerita itu terlukis dengan indah
     Em             Am              
wooo oow oow oow rupanya kita pernah bersama
D                  C
di satu hari yang cerah
D                  Em
di satu hari yang cerah
D                 C    Cm G
di satu hari yang cerah 

Perpisahan

Saat kalian sedang asyik dengan video perpisahan kemarin, aku dengan sengaja memperhatikan raut wajah kalian semua. Raut wajah yang bermacam-macam, berubah-ubah dari detik ke detik video berjalan. Aku sadar kalian semua punya kenangan yang berjuta rasanya selama ada di sini. Aku juga tahu pastinya akan ada yang selalu kalian ingat dari kita. Kebersamaan yang memuat banyak tantangan, memberikan banyak harapan, sekaligus memberi kita banyak pelajaran.

Si "Dia" yang selalu indah dipandang dari kejauhan. Si "Kamu" yang rese-nya tiada bandingan. Si "saya" yang ngeselin banget. Atau si "mereka" yang kubenci sekaligus kusayang. Semua itu indah dikenang. Rasa dingin saat kita semua di bandung, sunset indah di Pangandaran, maupun kekaguman terhadap alam di Pulau Condong.

Ada yang menangis kemarin, saat mengenang semuanya dan tersadar akan perpisahan kita sebentar lagi. Foto bersama menjadi jalan paling lumrah untuk mengenang banyak hal kemarin. Tidak jelas memang apa yang dikenang dan bersama siapa kita mengenangnya atau siapa yang akan selalu kita kenang. Tapi biarkan kenangan itu tetap bersama kalian. Jangan dilupakan, dan jangan lupa untuk memaafkan kesalahan di masa lalu yang dilakukan oleh siapapun termasuk aku dan dirimu.

Tak terhitung berapa kesalahan yang telah kuperbuat kepada kalian. Tak akan pernah ada cukup rupiah untuk menebus semuanya. Tak akan pernah ada hal yang bisa merubah apa yang terjadi di masa lalu. Karena itu tolong maafkan aku yang bersalah atas segala kesalahan.

Hatiku Padanya

Pernah mendengar kata cinta diucapkan oleh setan kepada salah satu bidadari surga? Atau iblis dari jahanam tiba-tiba berbalik menjadi malaikat paling taat? Mereka makhluk paling sombong, selama tuhan berkehendak mereka tak akan pernah bisa masuk surga lagi karena itu janji tuhan. Disini aku tak ingin membahas cerita langit tentang iblis. Kata-kata tadi ku gunakan untuk mengingatkan diriku sendiri bahwa selalu ada hal yang tidak mungkin di dunia ini. Semuanya adalah sunnatullah. Hukum tuhan tak akan pernah dapat diubah, hanya makhluk-Nya yang sombong-lah yang suka melanggar hukum sang Pencipta.

Sekarang, aku ingin bertanya lagi. Apakah jodoh yang telah ditentukan tak dapat dirubah? Apakah akan ada happy ending bagi seorang pencuri yang mencintai seorang putri dengan sepenuh hati? Bukankah jika tuhan berkehendak segala hal dapat terjadi? Lalu apakah tuhan mau merubah janji-Nya sendiri karena doa seorang hamba? Memang hanya pada-Nya lah kita berharap. Lalu kalau begitu, apakah ada harapan yang terlarang?

Tuhan, bolehkah aku berharap pada-Mu tuhan akan dirinya yang disana? Aku tahu baginya aku bukan siapa-siapa, tapi aku sendiri tidak mengerti perasaan hatiku. Apakah kau menciptakan perasaan ini sebagai cobaan bagiku saat ini, atau inikah anugerah? Apa yang harus aku lakukan? Bersyukur karena telah bisa merasakan perasaan yang tidak jelas ini, atau haruskah aku bersabar menghadapi semua ini sebagai cobaan? Tuhan, aku tak tahu apa maksud-Mu dengan semua yang terjadi padaku saat ini. Adakah ayat-Mu yang dapat menjadi petunjuk bagiku? Aku yakin ada, maukah Engkau menunjukkannya padaku? Aku berharap padamu Tuhan.

Untukmu Yang Disana

Untukmu yang disana. Kau membuatku bingung dengan perasaan ku sendiri. Kau membuatku curiga akan apa yang aku rasakan selama ini. Rasa ini lebih besar dibandingkan rasa penasaranku terhadap peta harta karun saat jaman SD-ku dulu.Mereka menyebutnya dengan berbagai kata. Setiap bahasa mempunyai versi-nya sendiri terhadap kata tersebut. Aku tak mengerti perasaan itu, setidaknya belum. Aku tak mengerti caramu membuat hatiku bertekuk lutut. Padahal kusadari kau tak peduli. Padahal kusadari kau tak.....

Ah, aku tak kuasa melihat diriku direnggut oleh rasa kebuntuan yang parah. Arahku tak jelas, buram. Aku tersesat dalam labirin rasa yang kubuat sendiri. Memang benar kau yang membuatku masuk kesana, tapi aku tahu itu bukan salahmu. Ini semua salahku telah memilih rasa yang tepat pada orang yang sepertinya tepat namun waktu yang kemungkinan besar tidak tepat. Kau tak peduli kan?

Dari sudut gelapku aku merasa bahagia hanya dengan menatap dirimu. Dalam matiku aku seringkali bermimpi tentangmu. Kau ibarat cahaya di antara ribuan cahaya. Tapi kau terlihat paling terang dari sisiku. Aku tak tahu kenapa, setidaknya belum tahu kenapa. Sungguh aku tak ingin mengganggu hidupmu. Ku harap kau tak pernah bertemu denganku, ku harap kau tak pernah tahu namaku.

Untukmu yang disana, aku tak tahu harus berucap apa.....

Profil Insan Cendekia Serpong

Video

Loading...

Multiply